He (tengah), ditahan petugas Sat reskrim Polres RL bersama barang bukti

He (tengah), ditahan petugas Sat reskrim Polres RL bersama barang bukti

Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – HE -Hendra- (32) warga Kesambe Baru, Curup Timur, Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dibekuk oleh Polres Rejang Lebong, Kamis (16/4/2015). HE adalah salah satu dari tiga orang anggota komplotan pencuri spesialis rumah kosong.

Proses penangkapan ini bermula setelah petugas dari Sat Reskrim Polres Rejang Lebong melakukan olah TKP dan mencari bukti-bukti. Kapolres Rejang Lebong, AKBP Dirmanto melalui Kasat Reskrim, Mirza Gunawan menyatakan pelaku ini terlibat dalam dua Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Bersama pelaku, kita mengamankan barang bukti memberatkan, yakni 3 buah senjata tajam, 1 buah HP, 2 kartu ATM, 1 buku rekening BCA, tas berisi pakaian dan satu unit motor jenis Vario merah hasil pencurian. Khusus untuk buku rekening milik pelaku, diduga menjadi tempat penyimpanan hasil pencurian HE sebesar Rp 40.700.000,”ungkap Mirza.

Salah satu aksi yang dilakukan HE adalah pada hari Senin (13/4/2015) lalu. Saat itu, ia dan kawanannya membobol rumah Toni Mahi (55) warga Kelurahan Talang Rimbo Baru. Akibat kejadian itu, korban terpaksa harus merelakan uang tunai Rp 100 juta, dan emas murni seberat 500 gram dibawa kabur oleh para pelaku.

Dari pengakuan korban, petugas menyadari bahwa para pelaku ini melakukan pencurian dengan sangat rapi dan terencana. Terbukti, para pelaku tidak mengacak-acak isi rumah, tapi langsung menuju tempat penyimpanan uang dan emas. Usai melakukan pencurian, para pelaku langsung kabur dan melakukan pembagian hasil ditempat lain.

“Hasilnya, HE menerima bagian sebesar Rp 40.700.000 dari aksi tersebut. Uang itu disetorkannya ke dalam rekeningnya sendiri pada tanggal 14 April 2015,”jelas Mirza.

Selain itu, HE juga terlibat dalam pencurian motor milik Junaidi warga Talang Rimbo Lama yang diparkir dalam rumah. Data terhimpun, pada saat kejadian para pelaku ini masuk kedalam rumah korbannya dengan cara naik lewat pelapon rumah. Kemudian, dengan sangat terencana, para anggota komplotan ini langsung menuju tempat penyimpanan uang dan emas milik korbannya. Setelah berhasil, seluruh komplotan langsung keluar dari tempat yang sama seperti mereka masuk. (vai)