kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Sensus Ekonomi akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Rejang Lebong pada bulan Mei 2016 nanti. Meskipun demikian, Sekda Rejang Lebong, Zulkarnain menyatakan bahwa sensus ekonomi tersebut tidak akan berpengaruh dengan pajak masyarakat yang akan disetorkan pada pemerintah. Menurut Zulkarnain, sensus tersebut bertujuan untuk mengumpulkan data saja.

“Jadi saya harap masyarakat dapat memberikan data yang sebenar-benarnya, jangan mengelabui petugas hanya karena takut naik pajak,” jelas Zulkarnain.

Selain itu, Zulkarnain menambahkan bahwa data tersebut akan disimpan sebagai rahasia oleh BPS. Karena, data ini nantinya hanya akan digunakan bagi Pemerintah untuk mengambil kebijakan, khususnya ekonomi. Tentu saja, data yang diberikan oleh masyarakat akan menentukan hasil kebijakan yang diambil.

“Sebab, data yang diperoleh akan dianalisis demi kebijakan ekonomi yang tepat sasaran, bisa dibayangkan kalau data yang diperoleh ternyata data yang keliru,” ungkap Zulkarnain.

Tidak hanya untuk kebijakan daerah, hasil Sensus tersebut juga akan berpengaruh pada kebijakan ekonomi tingkat regional hingga nasional. Sebab, dari data tersebut, didapat informasi yang menggambarkan potret perekonomian Bangsa. Hal itu dipaparkan oleh Kepala BPS Rejang Lebong, Marwansyah. Ia menjabarkan bahwa sasaran sensus ekonomi tahun 2016 adalah sebanyak 23.356 usaha.

“Didalamnya terdapat 19 sektor usaha antara lain, industri, pengadaan air, pertambangan, pengadaan listrik, kontruksi, perdagangan, pergudagangan dan sektor lainnya,” pungkas Marwansyah. (vai)