Seluma, kupasbengkulu.com -Tidak adanya tindakan serius yang dilakukan pemerintah Kabupaten Seluma dan Pihak Kemenag Seluma saat ini sebanyak 8 orang pelajar Madrasah Ibtidayah Swasta (MIS) Pandan Kecamatan Seluma Utara telah pindah sekolah kesalah satu sekolah dasar (SD) didaerah itu.

“8 orang sudah pindah karena pemerintah tidak tanggap menghadapi permasalahan kami,bagi yang tidak mampu nantinya kemungkinan putus sekolah,” kata Kepala Sekolah MIS Pandan Desty Handayani, Senin (27/4/2015).

Dia mengatakan pihak MIS telah melakukan banyak upaya agar sekolah tersebut tetap bertahan namun hingga saat ini belum ada hasil yang didapat.

“Sudah hearing dengan kemenag belum ada hasil,meminta bantuan dewan hingga saat ini belum ada tanggapan,” kesalnya.

Jumlah pelajar di sekolah tersebut,kata Dia,sebnyak 81 orang dan hingga saat ini sekolah tersebut masih diliburkan karena belum ada keputusan yang pasti.

“Atas permintaan wali murid sekolah masih diliburkan,kami tidak bisa berbuat banyak,” tandasnya.

Sengeketa kepemilikan MIS antara masyarakat Pandan dan Organisasi Muhammadiah berawal dari adanya kebijakan yang diambil sepihak dengan mengeluarkan SK kepala sekolah sehingga menyebabkan kepala sekolah menjadi empat orang,hal itu memicu terjadinya sengketa kepemilikan antara masyarakat ahli waris dan organisasi Muhammadiah.(cee)