Beranda DAERAH BENGKULU SELATAN Surat Penahanan Wa Dijadikan Alat Bukti

Surat Penahanan Wa Dijadikan Alat Bukti

0

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Sidang lanjutan gugatan pra peradilan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manna, Senin (27/4/2015).

Dalam sidang yang beragendakan pemeriksaan alat bukti tersebut, Desma Dasari SH selaku kuasa hukum Wa (26), tersangka dugaan pencabulan terhadap santriwatinya, menyerahkan surat penahanan sebagai alat bukti gugatan praperadilan.

Surat penahanan yang diserahkan kepada hakim tunggal sidang pra peradilan itu yakni surat penahanan dari penyidik Polres BS, surat perpanjangan penahanan dari Kejaksaan Negeri Manna dan surat perpanjangan penahanan dari PN Manna. Pihaknya menilai, penahanan yang dilakukan penyidik tidak sesuai prosedur dan premature.

”Tidak ada saksi hanya surat tersebut yang mulia,” ungkap kuasa hukum Wa kepada hakim.

Sebaliknya, kuasa hukum Kapolres BS selaku tergugat atau termohon, juga tidak menghadirkan saksi hanya menyerahkan satu bundel surat atau dokumen administrasi selama proses penyelidikan kasus dugaan asusila yang diduga dilakukan Wa.

”Semua dokumen administrasi sejak penyelidikan kasus ini dimulai kami serahkan sebagai alat bukti,” ujar Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Abdul Muis melalui Kasat Reskrim Iptu Risqi Akbar.

Pantauan kupasbengkulu.com, sidang lanjutan pra peradilan tersebut hanya berlangsung sekitar 27 menit. Setelah kedua belah pihak menyerahkan alat bukti dan tidak ada saksi untuk dihadirkan. Hakim memutuskan untuk mengakhiri sidang dan melanjutkan sidang kembali pada Selasa (28/4/2015) besok, dengan agenda mendengarkan kesimpulan dari antar pihak.
”Penahanan terhadap tersangka Wa sudah kami lakukan sesuai prosedur, ini semua bukti ada disini. Dan besok kami siap menyimpulkan alat bukti gugatan yang disampaikan mereka,” tegas Risqi.

Pasalnya, sebelum melakukan penahanan Wa. Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti terkait kasus tersebut.

“Optimis menang,” kata Risqi itu.(tom)