pedagang ikan

pedagang ikan

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Masih bertenggernya dolar di harga Rp 13.500 mengakibatkan ratusan pedagang kecil di Kota Bengkulu mengeluh. Salah satunya Noprianto (26), pedagang ikan dikawasan Pasar Minggu Bengkulu.

“Melemahnya rupiah terhadap dolar menyebabkan harga sawit dan karet anjok, sehingga daya beli konsumen berkurang. Saat rupiah stabil saya bisa menjual 50-60 kg per hari, tapi kini saya hanya bisa menjual maksimal 20 kg per hari. Otomatis ini membuat pendapatkan saya dan penjual ikan lainnya berkurang. Sehingga kami lebih memilih membeli kebutukan pokok saja untuk hidup. Kami penjual ikan mengambil ikan di Pulau Baai dan Teluk Sepang. Akibat rupiah melemah maka harga ikan disana pun naik. kalau sudah begitu kami pun manaikkan harga jual dan ini terkadang di keluhkan konsumen.” paparnya.

Hal senada juga di ungkapkan Sali (37), salah satu pedagang sapu di Jalan Danau Dendam, meurutnya sudah hampir 4 bulan jualan sepi, sehingga pendapatan berkurang.

Kondisi ini membuat ia dan suaminya membuka usaha sampingan sebagai pembuat batu bata. “ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan kami tidak selalu tergantung dengan usaha sapu ini”,imbuhnya.

Dengan naik turunnya nilai tukar rupiah mengakibatkan harga bahan baku melambung tinggi. sehingga mengakibatkan naiknya nilai jual barang. Dengan naik turunnya harga-harga bahan pokok, maka berdampak juga kepada daya beli konsumen. Masyarakat saat ini berharap pemerintah bisa menstabilkan nilai tukar rupiah sehingga perekonomian cukup stabil.(cr1)