Selasa, Agustus 16, 2022

Wagub Rosjonsyah Hadiri Pengukuhan Pengurus APKASINDO Bengkulu

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu – Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah berharap harga Tandan Buah Segar (TBS) kembali normal. Hal ini disampaikan Wagub Rosjonsyah saat menghadiri acara pengukuhan pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Bengkulu di Hotel Santika, Senin (27/06).

Wagub Rosjonsyah memberikan apresiasi yang tinggi untuk APKASINDO atas peran aktif dan upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) petani sawit.

Adanya petani sawit berkualitas, lanjut Rosjonsyah, kontribusinya sangat besar meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Provinsi Bengkulu ini memiliki potensi CPO 1.300 rb ton pertahun. Tapi pelabuhan kita masih berada di kelas 3. Oleh karena itu, dari sekian ribu ton hasil CPO yang masuk di pelabuhan hanya sebanyak 300rb ton saja selebihnya mengalir ke daerah lain PADnya,” kata Rosjonsyah.

“Ke depan saya akan berkordinasi dengan bapak Gubernur untuk menyurati kementerian. Kita soundingkan terkait regulasi pencabutan larangan CPO dan FO-nya,” kata Rosjonsyah.

“Kita akan berupaya meminta pencabutan larangan ekspor CPO, FO dan juga DMO-nya supaya setara harganya dengan daerah lain tapi dengan catatan seluruh pelaku usaha mematuhi kewajiban DMO 20%,” sambungnya.

Ketua Umum APKASINDO Gulat Manurung mengatakan, petani yang tergabung dalam APKASINDO hanya meminta hak yang harusnya tidak memberatkan sebagai petani mandiri.

“Kami di APKASINDO tidak mau dianggap anak bawang. Petani sawit di Bengkulu juga memiliki potensi yang besar dalam menyumbang PAD daerah,” ungkapnya.

Pelarangan ekspor CPO berdampak pada penurunan harga pembelian kelapa sawit secara sepihak oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Penetapan harga sepihak oleh PKS dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan dan konflik nantinya.

“Ketentuan harga beli TBS yang diatur dalam Permentan No. 1 tahun 2018 hanya diperuntukan petani yang bermitra, di Provinsi Bengkulu yang bermitra dengan perusahaan hanya 7% selebihnya 93%-nya petani mandiri, makanya ini berdampak besar terhadap petani mandiri. Karena regulasinya tertera Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tidak wajib melindungi dan patuh terhadap petani yang belum bermitra,” tutupnya.

Pengukuhan APKASINDO Bengkulu ini mengusung tema ‘Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Kelapa Sawit Rakyat Bengkulu’. Di dalamnya terdapat Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Editor: Alfridho Ade Permana

Harga Sawit Merangkak Naik, Cangkang Sawit Jadi Nilai Tambah

Kupas News, Bengkulu – Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Provinsi Bengkulu ditetapkan terendah Rp1.511 dan Harga Tertinggi Rp2.020 per Kg dengan toleransi harga...

Keluarga Korban Sodomi Polisikan Oknum Pensiunan ASN

Kupas News, Rejang Lebong – Unit Reskrim Polsek Bermani Ulu Polres Rejang Lebong menangkap seorang oknum pensiunan Aparatur Sipil Negera (ASN) di Kabupaten Rejang...

Kanwil Kemenkumham Bengkulu Sosialisasikan Kekayaan Intelektual Manusia

Kupas News, Bengkulu – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Provinsi Bengkulu Erfan mengatakan, kekayaan intelektual adalah hak yang...

54 Paskibraka Bengkulu Siap Kibarkan Merah Putih 17 Agustus Besok

Kupas News, Bengkulu – Setelah melalui seleksi dan pemusatan latihan, sebanyak 54 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bengkulu Tahun 2022 dikukuhkan Gubernur Rohidin...

Garda Rafflesia Minta APH Usut Proses Lelang Puskesmas Pondok Suguh

Kupas News, Bengkulu – Proses lelang Renovasi-Penambahan Ruang Persalinan Puskesmas Pondok Suguh Tahun 2022 di Dinas Kesehatan Mukomuko turut menjadi perhatian aktivis lembaga swadaya...

Terbaru