Seluma, kupasbengkulu.com – Kepala Desa (Kades) Lawang Agung Kirman Efendi mengatakan pemasaran hasil pertanian Holtikulura pepaya California saat ini terkendala sertifikat karena hingga saat ini pemerintah provinsi melalui badan ketahanan pangan masih melakukan proses pembuatan sertifikasi pepaya tersebut.

“Sudah dilakukan pengecekan kelapangan oleh pihak Badan Ketahanan Pangan Provinsi untuk dikeluarkan sertifikasi,saat ini kita masih menunggu proses,” kata Kades ditemui dikantor Pemkab Seluma Senin (27/4/2015).

Sejauh ini, kata Kirman, pepaya California hanya dijual di pasar oleh ibu-ibu desa setempat.

“Dijual perbuah satu buah Rp 12000,jika sudah ada sertifikat akan dipasarkan di Mol dan supermarket karena sudah ada label,”bebernya.
Kendala dalam perawatan jelas Kirman,ada pada kualitas bibit yang dibeli oleh Gapoktan.

“Sebelumnya baru berusia 9 bulan diserang jamur dan bakteri hal itu karena menggunakan bibit dari tokoh pertanian dibengkulu,saat ini kami membeli bibit dari Institut Pertanian Bandung (IPB) dengan hasil yang memuaskan,” ujarnya.

Saat ini kata Kirman,sebanyak 2500 batang pepaya California yang ditanam dihamparan depan rumah warga Desa Lawang Agung.

“7 bulan satu kali panen bibit bisa bertahan hingga tiga setengah tahun,berat satu buah mencapai 2 KG,” tandasnya.(cee)