Sawah kekeringan

KUPASBENGKULU.com, BENGKULU TENGAH – Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah dinilai tak serius tangani sawah warga yang mengalami kekeringan. Hal ini membuat para petani keluhkan sawah kekeringan hanya diberikan bantuan 5 unit sumur bor saja oleh dinas instansi terkait ini.

Jumlah ini tidak sebanding dengan luas sawah tadah hujan yang mencapai luas ratusan hektare di beberapa titik. Akibat tidak ada pasokan air, membuat petani menunda bercocok tanam.

Ketua Komisi II DPRD Benteng, Thamrin mengungkapkan, jika bantuan sumur bor sebanyak 5 unit yang diberikan Dinas Pertanian dinilai tidak serius, dan belum mampu mengatasi sawah tadah hujan di Bengkulu Tengah yang saat ini mengalami kekeringan.

Dari puluhan hektar areal persawahan tadah hujan di Bengkulu Tengah, setidaknya puluhan sumur bor diberikan kepada kelompok tani. Namun dari 5 sumur bor yang diberikan, 2 unit di Desa Kembang Seri, 2 unit di Desa Pekik Nyaring dan 1 unit di Desa Air Putih.

“Jika memang tidak ada sumber air yang didapatkan, petani diminta untuk tidak memaksakan diri untuk bercocok tanam sehingga nantinya tidak menimbulkan kerugian, Jika harus melewatkan musim kemarau ini, petani sawah tadah hujan paling cepat baru bisa bercocok tanam kembali yakni perkiraannya di bulan September nanti atau saat memasuki musim penghujan nantinya. Kepada petani harus pintar memanfaatkan lahan yang ada, serta mencari pekerjaan tambahan mengingat kondisi saat ini tidak cocok untuk bercocok tanam,” pungkas Thamrin.(adk)