kupasbengkulu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu merilis total ekspor Provinsi Bengkulu November 2015 mencapai nilai sebesar US$ 9,7233 juta, yang tercatat 23,76 persen di antaranya transaksi ekspor langsung melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Diketahui nilai ekspor ini mengalami penurunan sebesar 25,17 persen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2015 yang sebesar US$ 12,9934 juta (month to month).

“Total ekspor Provinsi Bengkulu bulan November 2015 mengalami penurunan 40,41 persen apabila dibandingkan dengan bulan November 2014 yang mencapai US$ 16,3182 juta (year on year),” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Bengkulu, Nurul Hasanudin, Senin (04/01/2016).

Nurul mengatakan nilai ekspor Provinsi Bengkulu bulan November 2015 yang melalui Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu mencapai US$ 2,3100 juta, sementara itu melalui Pelabuhan Teluk Bayur Sumatera Barat mencapai US$ 5,8824 juta, melalui Pelabuhan Sungai Musi/ Boom Sumatera Selatan mencapai US$ 1,5285 juta, dan yang melalui Kuala Namu Internasional Airport US$ 0,0024 juta.

“Komoditas yang diekspor melalui Pelabuhan Pulau Baai pada bulan November 2015 terdiri dari batu bara sebesar US$ 2,0580 juta (89,09 persen), cangkang sawit sebesar US$ 0,2050 juta (8,87 persen), dan karet sebesar US$ 0,0470 juta (2,04 persen),” ujarnya.

Sementara, negara tujuan ekspor terbesar Provinsi Bengkulu yaitu Belanda US$ 3,68 juta (37,83 persen), Inggris US$ 2,22 juta (22,81 persen), Philipina US$ 1,17 juta (11,99 persen), Amerika Serikat US$ 1,10 juta (11,32 persen), Malaysia US$ 0,89 juta (9,18 persen), Taiwan US$ 0,21 juta (2,11 persen), Jepang US$ 0,19 juta (1,92 persen), Luksemburg US$ 0,12 juta (1,28 persen), Kanada US$ 0,10 juta (1,07 persen), Cina US$ 0,05 juta (0,48 persen), Korea Selatan US$ 0,0004 juta (0,005 persen), Hongkong US$ 0,0001 juta (0,002 persen), Singapura US$ 0,0001 (0,001 persen), dan Arab Saudi US$ 0,0001 (0,001 persen). (val)