Baliho calon Bupati Lebong Leni-Bimo

Baliho calon Bupati Lebong Leni-Bimo

Lebong, kupasbengkulu.com – Walaupun pemilihan kepala daerah (Pilkada) baru akan diselenggarakan pada Desember mendatang, namun situasi politik sudah terasa di Kabupaten Lebong. Seperti yang terjadi saat ini, pasca penurunan Baliho calon Bupati Lebong Leni-Bimo oleh Pemerintah Daerah melalui DPPKAD belum lama ini, mengundang perhatian tim pemenangan Leni-Bimo, terutama para perempuan yang tergabung dalam tim pemenang yang mendukung tokoh perempuan di Kabupaten Lebong.

Mereka menilai pejabat yang melakukan hal ini terlalu arogan dan tidak profesional. Tak kurang 500 perempuan menggunakan jilbab warna merah jambu (pink), Senin (10/8/2015) hendak menggelar aksi demo ke DPPKAD Lebong terkait hal tersebut. Beruntung aksi tersebut dapat segera diketahui pihak keluarga pemenangan Bimo-Leni dengan memberikan saran agar pasukan yang tadinya hendak berdemo membubarkan diri dan kembali ke Posko masing-masing.

“Dengan berbagai pertimbangan, kami dari tim keluarga akhirnya mengajak perempuan yang berada di barisan tim pemenangan Leni-Bimo untuk tidak melanjutkan aksinya,” ujar Ketua Tim Keluarga Leni-Bimo, Abdul Khadir (Kadeng).

Dijelaskan Kadeng, tindakan DPPKAD yang telah mencabut Baliho pasangan Leni-Bimo tersebut merupakan tindakan arogansi dan tidak secara profesional. Hal ini lantaran tidak ada konfirmasi atau pemberitahuan terlebih dahulu.

“Kalau ini memang masalah perizinan, kita sudah koordinasikan langsung dengan pemilik Billboard. Ini tentunya sudah menjadi dasar kita memasang Baliho tersebut. Namun oleh DPPKAD tidak ada pemberitahuan kepada kita atau beri peringatan terlebih dahulu sebelum mencopot Baliho. Sementara pasangan lain banyak Baliho yang tidak mengikuti jalur sebenarnya kenapa tidak ditindak. Namun masalah ini telah terjadi dan kita terima hal itu, hanya saja untuk selanjutnya kita peringatkan kepada Pemerintah Daerah jangan lagi bertindak arogansi tersebut, karena akan mengundang lebih banyak lagi pendukung kita untuk melakukan orasi atas rasa kekesalan yang mereka alami,” jelas Kadeng.

Kadeng menambahkan, semua pasukan yang berencana menggelar orasi sudah dibubarkan dan dikembalikan ke Posko masing-masing. Namun sebelumnya telah diberi saran agar pihaknya tetap profesional dalam menyikapi tindakan yang dialami tokoh perempuan yang didukung pihaknya tersebut.

“Jangan sampai hal seperti ini terulang lagi, untung saja Tokoh perempuan yang merupakan pasangan Bupati Lebong Leni-Bimo ini mempunyai sifat berjiwa besar,” demikian Kadeng.(spi)