Seluma, kupasbengkulu.com – Wakil Ketua II DPRD Seluma Okti Fitriani mengatakan tindakan pihak eksekutif yang mengalihkan penyaluran bantuan ke 100 masjid di Kabupaten Seluma dinilai tidak logis, pasalnya berdasarkan pengajuan yang ada sebelum disahkannya anggaran tersebut pihak legislatif telah menetapkan masjid yang layak menerima bantuan tunai tersebut.

“Datanya sudah jelas, sudah diverifikasi lalu mengapa dialihkan lebih dari setengah, alasannya apa ini bukan untuk pemerataan tapi kebutuhan masjid yang sudah rusak berat atau yang memang sudah tidak layak digunakan lagi,”Beber Okti diruang kerjanya Kamis (25/6/2015).

Terkait hal itu kata Okti, pihaknya menduga ada muatan politik yang secara tidak lansung menggunakan uang kas daerah.

“Kalau dilihat jelas secara tidak lansung kami menduga ada muatan politik,”Singkat Okti.

Total bantuan yang disalurkan kata Okti, Yakni Rp 5 Juta untuk satu masjid dengan total keseluruhan masjid yang menerima sebanyak 100 Masjid.

“Kalau bantuan harus melalui prosedur, ada proposal dan terahir ada Laporan pertanggung jawaban,”Tegasnya.

Sementara Itu Wakil Ketua I DPRD Seluma Ulil Umidi beranggapan hal tersebut tidak terlalu bermasalah hanya saja dia berharap tidak ditunggangi dengan kepentingan politik.

“Yang penting menurut saya tidak ditunggangi dengan kepentingan politik, bantuan itu ada dan tidak fiktif,”tutup Ulil.(cee)