BenQ Corporation

BenQ Corporation

Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Lagi-lagi, di Kabupaten Rejang Lebong ditemukan anak penderita gizi buruk. Kali ini, Malika, seorang bayi berusia 9 bulan buah hati dari pasangan Armansyah (38) dan Marwiyah (37) warga Desa Air Nipis, Kecamatan Bermani Ulu Raya (BUR) kabupaten setempat. Mirisnya, karena ekonomi keluarga tersebut sangat sulit, bayi ini hanya mengonsumsi air tajin, atau air rebusan nasi.

Informasi terhimpun kupasbengkulu.com, bayi ini sekarang dirawat di ruang anak kelas III di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup. Dalam umurnya yang menginjak 9 bulan, berat bayi ini hanya sekitar 4 kilogram (Kg). Kondisi tersebut lebih parah karena badannya membengkak akibat kekurangan gizi kronis.

Keadaan keluarga Malika juga cukup memprihatinkan. Keduanya bekerja sebagai petani dan baru saja memulai penanaman kopi. Untuk kehidupan sehari-hari, mereka menjual sayur-sayuran yang tumbuh secara liar disekitar lahan mereka. Jarak menuju kerumah kedua orang tua bayi malang ini juga cukup jauh dari pemukiman warga sehingga keberadaan serta keadaan Malika cukup terlambat diketahui.

Kedua orang tua korban, ketika dikonfirmasi, mengaku perbulan, dari berjualan sayur-sayuran liar tersebut hanya mendapat uang sekitar Rp 300 perbulan. Uang tersebut langsung habis untuk membeli beras perbulan, sedangkan untuk lauk-pauknya juga diambil dari sekitar kebun.

“Kadang yang kami jual adalah cabai rawit, bayam, dan lain-lain yang ditemukan disekitar kebun, itupun tidak setiap hari tumbuh,” kata Armansyah.

Sementara itu, bantuan dari masyarakat mulai berdatangan untuk keluarga ini. Beberapa diantaranya memberi bantuan makanan dan lain-lain. Meskipun begitu, pantauan terakhir, keluarga ini masih sangat memerlukan bantuan dari dermawan.

Penulis : Adhyra Irianto