Petani karet menebang pohonnya

kupasbengkulu.com – Anjloknya harga getah karet yang terjadi setahun ini, membuat petani karet di Kabupaten Bengkulu Selatan mulai beralih tanaman ke sawit. Dari pantauan kupasbengkulu.com puluhan petani karet mulai menebangi pohon karetnya yang sudah berumur puluhan tahun, dan masih produktif.

Seperti yang dilakukan oleh salah seorang petani karet asal Desa Pagar Banyu, Kecamatan Kedurang Ilir, Kabupaten Bengkulu Selatan, yang bernama Sukirman. Melalui penjaga kebunnya, Rasman (44), mengungkapkan alih tanaman terpaksa dilakukan oleh majikannya, karena tidak stabilnya harga getah karet, yang per kilonya hanya Rp 5 ribu.

“Sedangkan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Bengkulu Selatan cukup stabil. Inilah yang membuat warga menebang pohon karet yang ditanam di puluhan hektar lahan,” tambahnya, Minggu (28/09/2014).

Kondisi anjloknya harga getah karet ini, kata dia, membuat para petani karet kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan penghasilan yang diperoleh diibaratkan dengan pepatah besar pasak daripada tiang.
.
Bahkan, beber dia, selain majikannya, upaya serupa juga dilakukan empat tetangga di sekitar kebun milik majikannya. Bahkan sekitar enam hektar kebun karet milik tetangganya saat ini telah berubah menjadi kebun sawit.

“Kalau punya kita sendiri sebanyak 3 hektar dengan jumlah seribu pohon karet yang sudah di tebang semua, dan bibit sawitnya sudah kita siapkan, bahkan sudah siap tanam,” ujar Rasman.

Dari hasil pantauan langsung di lapangan, kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Bunga Mas, Pino Raya, dan Pino Masat.(tom)