KUPASBENGKULU.com, REJANG LEBONG – Kabar baik menerpa para petani karet di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, terutama untuk daerah sentral penghasil karet ini, seperti Sindang Beliti Ulu (SBU). Karena, menjelang masuk dalam bulan Suci Ramadhan tahun 2015 ini, harga karet terus merangkak naik. Tentu saja, hal ini disambut gempita oleh masyarakat setempat yang didominasi petani karet.

Sebelumnya, harga karet sempat merosot tajam pada awal tahun hingga bulan Mei 2015. Terendah, harga karet bahkan hanya sekitar Rp 5000 per kilogram (kg). Mulai dari awal Mei hingga memasuki bulan Juni 2015, harga karet terus menerus meningkat.

Terakhir, diketahui harga karet sudah menembus angka Rp 13.000 per kg. Salah seorang petani karet diwilayah Desa Tanjung Heran, SBU, Rejang Lebong, Burhan (28) mengaku kenaikan harga karet ini sangat berdampak baik bagi kesejahteraan petani karet.

“Wajar saja, sekarang sudah akan masuk bulan puasa, mana harga-harga sudah pada naik,” ungkap Burhan.

Sebelumnya, sekitar akhir bulan Mei lalu, lanjut Burhan, harga karet ke pengepul masih sangat rendah. Harga jual karet pada akhir Mei 2015 masih berkutat di angka Rp 8.000 per kg. Hal itu membuat mereka terpaksa harus memutar otak untuk mencari jalan lain. Terutama karena akan masuk dalam bulan puasa.

“Tapi, kami beruntung, karena harga karet mulai meningkat,”pungkas Burhan.(vai)