Rabu, September 28, 2022

Kehati-hatian yang Berlebihan, Serapan Anggaran Rendah

Baca selanjutnya

Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi,  dalam kegiatan Kick-off Meeting 2014 sekaligus Penyerahan Anugerah Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) Tahun Anggaran 2013.
Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, dalam kegiatan Kick-off Meeting 2014 sekaligus Penyerahan Anugerah Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) Tahun Anggaran 2013.

kupasbengkulu.com- Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengingatkan, kehati-hatian dalam penggunaan anggaran, membuat aparat negara takut tersandung hukum. Hal ini akan berdampak kepada rendahnya serapan anggaran.

Dijelaskannya, 84% kabupaten dan kota dilihatnya memiliki kehati-hatian yang berlebihan, karena takut dipanggil untuk proses hukum juga adanya pemberitaan korupsi.

“Aparat jangan takut ingar-bingar kasus korupsi, hendaknya memaksimalkan keberadaan pengawasan internal,’ imbau Gamawan.

Menurut dia, peran BPKP, Inspektorat perlu dimaksimalkan. Kalau tidak dimaksimalkan, kata dia, yang lain akan terus dihantui ketakutan. Ini juga akan dijadikan kesepakatan pedoman oleh Kejaksaan, Kepolisian, supaya pemerintah, penegakan hukum, dan pemberantasan korupsi berjalan dengan baik.

Berdasarkan hasil laporan Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA), prosentase kinerja realisasi belanja Pemerintah Provinsi (Pemprov) pada tahun 2013 secara nasional lebih rendah7% dari target. Sedangkan realisasi belanja provinsi hanya 89% lebih rendah dari target yang direncanakan sebesar 96%.

Ditegaskan Gamawan, salah satu upaya pihaknya untuk mendorong pemerintah daerah meningkatkan serapan anggaran, dengan mempercepat kesepakatan bersama DPRD.

Sementara itu, Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), mengungkapkan, bahwa, dalam laporan TEPPA ada 10 provinsi yang tidak mencapai target penyerapan anggaran, antara lain, Riau (84%), Sumatera Utara (83%), Banten (82%), Kepulauan Bangka Belitung (81%) dan Kalimantan Selatan (76%), DKI Jakarta (76%), DI Yogyakarta (76%), Sulawesi Tenggara (76%), Maluku Utara (76%), dan Papua Barat (76%).

“Hanya ada 9 provinsi yang melampaui target serapan anggaran, artinya ada provinsi yang perlu bimbingan,” tandasnya.(coy)

Bantuan Alsintan Gratis untuk Petani Bengkulu

Kupas News, Bengkulu – Program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu yang sempat terhenti 2 tahun terakhir akibat terjangan pandemi COVID-19 kembali dijalankan. Salah...

Buang Sampah Sembarangan di Kota Bengkulu Akan Ditindak

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu serius mengambil langkah tegas dalam penanganan sampah. Pemkot akan menegakkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 2...

Ayo Ikuti Literasi Digital Bertema Tiktok for Business

Kupas News, Bengkulu - Rejang Lebong, 24 September 2022, pesatnya perkembangan teknologi yang semakin terpacu akibat pandemi covid-19 telah mendorong kita untuk berinteraksi dan...

Murai Batu Raib, Warga Sawah Lebar Baru Lapor Polisi

Kupas News, Kota Bengkulu - Dua pemuda ditangkap usai melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) berupa seekor burung murai batu milik warga Kelurahan...

Bobol Ruang TU, Dua Remaja Diamankan Polsek Muara Bangkahulu

Kupas News, Kota Bengkulu - Dua orang remaja pelajar SMP di Kota Bengkulu ditangkap Unit Reskrim Polsek Muara Bangkahulu Polres Bengkulu lantaran mencuri kotak...

Terbaru