Kabid Sosial Dinsosnakertrans Rejang Lebong, Kandar Sukandar.

Kabid Sosial Dinsosnakertrans Rejang Lebong, Kandar Sukandar.

Kupasbengkulu.com- Rejang Lebong – Tingkat kemiskinan warga Rejang Lebong nyaris mencapai angka 40 persen, atau sekitar 90,478 jiwa.

Ironis memang, itu didapat dari kalkulasi sekitar 36,54 persen penduduk Kabupaten Rejang Lebong, atau sekitar 90.478 jiwa masih berada dibawah garis kemiskinan.

Data ini di peroleh dari rilis Kementerian Sosial (Kemensos) RI, lewat Keputusan Menteri Sosial RI, nomor 170/HUK/2015 tentang penetapan penerima bantuan iuran (PBI), untuk Jaminan Kesehatan tahun 2016. Angka menunjukkan kalau kabupaten Rejang ;lebong masih perlu banyak sentuhan program, untuk menekan angka kemiskinan yang ada.

Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kabupaten membenarkan data yang terkuak. Malah, rilis Kemensos, awalnya ada sekitar 93.668 jiwa penduduk kabupaten yang miskin dan rawan kemiskinan. Namun, setelah menelusuri lagi, melakukan musyawarah kelurahan atau desa, maka terdapat selisih sekitar 7.658 jiwa dari data sebenarnya.

“Data yang kita dapat dilapangan, setelah verifikasi dan validasi adalah sekitar 90.478 jiwa. Lebih sedikit daripada rilis Kemensos,” jelas Kabid Sosial Dinsosnakertrans Rejang Lebong, Kandar Sukandar.

Angka ini, lanjut Kandar, sebenarnya tidak meningkat begitu jauh. Apalagi, saat ini program seperti Kartu indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan sebagainya sudah mulai secara kontinyu dilaksanakan. Untuk tahun 2016 ini saja, masih akan ada ribuan lembar KIS yang akan disebarkan di Rejang Lebong.

“Kita berharap program-program ini dapat menekan angka kemiskinan,” kata Kandar.

Kreteria ‘miskin’ dan mendapatkan KIS jelas Kandar, adalah orang yang penghasilannya hanya Rp 30 ribu perhari. Selain itu tidak memiliki benda yang lebih mahal dari Rp 500 ribu. Tidak memiliki rumah, atau memiliki rumah yang tidak layak huni, juga beberapa kreteria lainnya. Selain kategori miskin, beberapa warga Rejang Lebong juga masih masuk dalam kategori rawan kemiskinan. (vai)