SLB BS

Bangunan SLB

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Takut dari kejaran wartawan Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Bengkulu Selatan tidak masuk. Pasalnya, siswa di SLB ini mulai dari tingkat SD hingga SMA uang beasiswa diduga dipotong atau mengambil Jatah Preman (Japrem) oleh Kepala Sekolah.

”Sudah dua hari kepala sekolah dan bendahara tidak masuk sekolah,” kata Muklis, staf Tata Usaha (TU) SLB.

Data terhimpun di lapangan, uang beasiswa Rp 1.150.000 per orang yang diperuntukkan 126 siswa. Hanya saja saat pembagian beasiswa, Senin (27/10/2014) uang beasiswa dipotong seebsar Rp 650.000. Dengan kata lain siswa hanya menerima Rp 500 ribu per siswa.

Alasan pemotongan tersebut, untuk biaya adnministrasi serta biaya pembelian pakaian, tas, sepatu dan biaya lain-lainnya. Sementara, pemotongan tersebut tanpa ada kesepakatan atau musyawarah terlebih dahulu dengan para wali murid.

Tidak hanya itu, besaran pemotongan tersebut dilakukan Kepsek secara bervariasi, mulai Rp 900 ribu dan Rp 200 ribu.

”Kalau jumlah siswa kami sekitar 150 orang mulai dari SD, SMP dan SMA, kalau yang dapat beasiswa ataupun informasi pemotongan kami tidak tahu,” aku Muklis.

Hingga berita ini dionlinekan, Kepala Sekolah bersangkutan belum dapat dikonfiormasi oleh jurnalis media onloine kupasbengkulu.com.(tom)