SIdak RSUD

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Lagi-lagi kritikan terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup dan Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS) setempat mendapat kritik dari masyarakat.
Dimulai dari adanya Nando (34) warga Kabupaten Lebong, yang diminta untuk menebus obat demi kesehatan istrinya. Namun, dari deretan resep obat yang ditulis dokter, hanya sedikit yang bisa ditanggulangi oleh BPJS setempat. Mirisnya, obat yang bisa ditanggulangi justru yang paling murah.

“Sisanya, seperti obat-obatan yang seharga Rp 250 ribu keatas, dan tidak ada yang bisa ditanggulangi BPJS,” katanya.

Selain BPJS, kondisi RSUD Curup juga kembali menuai kritikan. Kondisi atap yang bocor dibeberapa titik kembali menjadi sorotan. Bahkan, kondisi kamar mayat di RSUD Curup sudah semakin memprihatinkan.

Menurut masyarakat, kondisi kamar mayat yang selalu kebanjiran saat hujan, juga berbau apek. Bahkan, sempat muncul celetukan dari warga bahwa mayat yang disemayamkan didalam ruangan itu mungkin tidak betah didalamnya.

Sementara itu, saat itu Direktur RSUD Curup justru tidak berada dilokasi dan tidak bisa dihubungi. Plt Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, Zulkarnain, membenarkan adanya kritikan tersebut.

Bahkan, selain dari warga, kritikan serupa juga datang dari Caretaker Bupati Rejang Lebong, Andi Roslinsyah. Ia berharap, kondisi kamar mayat itu dapat segera diperbaiki oleh manajemen RSUD Curup.

“Sedangkan untuk BPJS, masalah yang sama sudah sering terjadi saat masih bernama Askes, kita akan memeriksa BPJS, apa benar obat-obatan yang dimaksud memang tidak ada,” pungkas Zulkarnain.(vai)