Sabtu, Juni 25, 2022

Piawang Mecoak Timbo, Desa Ini Jadi “Berlumuran Darah”

Baca selanjutnya

Sembelih kambing

kupasbengkulu.com – Bila anda mengunjungi Kelurahan Talang Rimbo Lama hari ini, Rabu (1/10/2014) mungkin anda akan terkejut karena ada banyak tempat yang tercium bau amis darah.

Dalam adat Tanah Rejang, keadaan seperti itu menunjukkan suatu desa/kelurahan baru selesai melakukan ritual cuci kampung karena suatu kesalahan yang dilakukan oleh orang yang dianggap terhormat, pemimpin atau petinggi di desa tersebut.

Secara peribahasa Rejang, hal itu disebut dengan Piawang Mecoak Timbo, atau Pemimpin memecahkan timba/gayung air. Kurang lebih peribahasa ini berarti seseorang yang memecahkan timba atau gayung berisi air yang penuh, maka basahan airnya akan merembes kemana-mana, atau bukan hanya menimpa si “pemecah timba”.

Kebetulan Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup Tengah dianggap telah “pecah timba” yang dilakukan oleh “Piawang” didesa ini.

Tentu, hal ini langsung merujuk ke kejadian beredarnya video mesum yang dilakukan oleh salah satu orang yang dihormati didaerah tersebut, RE yang merupakan mantan anggota dewan kabupaen setempat. Lantas, kenapa amis darah?

Sebelum memotong kambing yang dagingnya nanti dipakai untuk makan-makan warga sedesa dan beberapa undangan lainnya, darah dari kambing tersebut dikumpulkan. Kemudian, dengan digabungkan berbagai kelengkapan ritual,seperti air, kunyit dan lain-lain sebagainya, darah tersebut harus dilumurkan di empat titik penjuru “tonggak” masalah. Bahasa yang rumit!

Begini penjelasannya, empat titik penjuru berarti menghapuskan juga menghalang “kotoran” dikampung dari seluruh tempat yang diwakili dengan empat penjuru mata angin, barat, timur, utara dan selatan.

Namun tidak seluruh wilayah Rejang Lebong yang disiram keempat penjurunya, meskipun secara adat kejadian tersebut sudah dinyatakan sebagai aib yang menimpa seluruh wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

Secara hukum adat, hanya “tonggak” masalahnya saja yang perlu penyiraman. Dianggap, tonggak masalah ini berasal dari kelurahan Talang Rimbo Lama, sehingga dengan menyiram air darah kambing tersebut di empat penjuru tonggak masalah itu saja sudah mewakili keseluruhan wilayah.

Begitulah ritual adat Tanah Rejang yang harus dilakukan apabila terjadi Piawang Mecoak Timbo. Camat setempat, Edi Robinson menyatakan, kejadian ini diharapkan tidak berulang lagi setelah dilakukannya ritual adat ini.

“Saya juga salut dengan wilayah tersebut, terutama RW 4, yang dengan berani tetap menjunjung tinggi adat tanah Rejang, sesuai aturan hukumnya,”pungkasnya.(**)

Penulis : Adhyra Irianto, Curup, Rejang Lebong

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

JMSI Apresiasi Kesepakatan Dewan Pers dan Polri Cegah Polarisasi Pemilu 2024

Kupas News, Jakarta – Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyambut baik kesepakatan Dewan Pers dan Mabes Polri untuk memitigasi polarisasi yang...

Polemik PT. Pamor Ganda Kian Panas, DPW LIRA dan Perwakilan Masyarakat Temui GTRA Bengkulu

Kupas News, Bengkulu - Konflik warga Ketahuan vs PT Pamor Ganda belum tuntas, Gubernur Rohidin meminta para pihak terkait melakukan validasi data penerima kebun...

Terbaru