Capakibraka kabupaten sedang test fisik.

Capaskibraka kabupaten sedang test fisik.

Lebong, Kupasbengkulu.com – Ada 214 pelajar SMA sederajat di 13 kecamatan dalam Kabupaten Lebong hari ini, mengikuti seleksi calon anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Capaskibraka) tingkat kabupaten.

Bertempat di Lapangan Hatta Kecamatan Lebong Utara, seleksi sudah dimulai sejak hari Senin (11/4/2016) hingga Kamis (14/4/2016) lusa.

Kasubid Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Diknaspora) Kabupaten Lebong,Hasben Medianto mengatakan, dinasnya selaku penyelenggara, menyeleksi untuk tahap awal untuk tingkat kabupaten.

“Untuk hari ini, seleksi difokuskan pada latihan fisik, push up, sit up serta  berat badan. Pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani. Kemudian, seleksi akan dilanjutkan besok yang akan berlangsung selama 4 hari,” jelas Hasben.

Seleksi Capaskibra ini untuk yang bertugas pada 17 Agustus 2016 mendatang. Pelaksanaan ini melibatkan unsur Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Lebong, TNI, dan Polres serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong, sebagai tim penyeleksi.

“Untuk tim penyeleksi, kita melibatkan PPI, TNI dan Polri yang diwakili oleh dua orang, dari masing-masing institusi tersebut,” ujarnya.

Mencari Jiwa Paskibraka
Peserta yang diambil sebanyak 36 pelajar untuk tampil di kabupaten,  dan sebanyak 14 siswa akan mewakilkan Kabupaten Lebong untuk mengikuti seleksi ditingkat Provinsi.

“36 siswa terpilih akan kita ambil untuk calon pengibar bendera kabupaten dan 14 siswa terbaik akan kita kirim ke provinsi, untuk mengikuti seleksi ditingkat tersebut,” imbuh Hasben.

Terpisah, ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Lebong, Budi Mulya yang juga anggota tim penyeleksi mengatakan, untuk tahun ini seleski berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana seleksi tahun ini lebih ketat untuk mendapatkan siswa yang benar-benar memiliki jiwa Paskibra.

“Secara umum, Paskibra tidak hanya mendidik kedisiplinan diri, tapi juga membina generasi muda untuk membentuk karakter yang baik,” kata Budi.

Lebih Jauh dikatakan Budi,  tim penyeleksi yang terdiri dari tiga instisusi gabungan, akan menyeleksi para siswa dengan cara profesional, tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Ini dimaksudkan agar siswa yang terpilih nanti, akan benar-benar terbentuk.

Ditambahkannya, untuk penilaian hasil seleksi ini selanjutnya akan diserahkan ke pihak Diknaspora.

“Kita (Tim penyeleksi-red) tidak akan menerima intervensi dari pihak lain. Kita akan menilai secara profesional. Nah, untuk selanjutnya hasil penilaian ini akan diserahkan ke Diknaspora, untuk selanjutnya diumumkan langsung ke masing-masing sekolah,” jelas Budi.

Penulis : Rendra Sutanto