Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

kupasbengkulu.com- Upaya untuk mengungkap asal sabu yang dipergunakan dua pemuda Kota Manna, masing-masing berinisial Pa (20) dan Po (28) berhasil. Berkat nyanyian merdu keduanya ini Satnarkoba Polres Bengkulu Selatan berhasil membekuk sang bandar narkoba berinisial Yo, Jumat (10/10/2014) sekitar pukul 16.45.WIB.

(Baca Juga : Asyik Pesta Sabu, Dua Pemuda Diringkus Polisi)

Sebelumnya, polisi mendatangi rumah Yo di Jalan SMA Karya, Kota Manna, tapi tidak menuai hasil, karena target sedang tidak berada di rumah.

Tapi upaya pencarian petugas berhasil, setelah menemukan target (Yo_red) sedang menemui temannya di Simpang Lampu Merah Kutau.

“Saat kami geledah, dalam tasnya ada satu set bong penghisap sabu-sabu,” beber Kasat Narkoba Polres Bengkulu Selatan, Iptu Rizki Akbar, kepada kupasbengkulu.com.

Pelaku akhirnya digelandang ke Mapolres Bengkulu Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya bersama dua pecandu sabu-sabu yang sudah lebih dahulu dibekuk.

Ketika berhasil diwawancarai kupasbengkulu.com, Yo mengaku sebelum ditangkap menerima telepon dari seseorang, yang mengatakan ada temannya yang berinisial Ht dan Mk mau bertemu di lokasi tempat ia dibekuk polisi.

“Begitu tiba di tempat yang dijanjikan saya langsung ditangkap pihak Satnarkoba Mapolres Bengkulu Selatan,” bebernya.

“Saya tidak di tangkap, tapi saya mendatangi mereka,” dalih Yo kepada kupasbengkulu.com Sabtu (11/10/2014).

Sementara itu, Pa dan Po kepada penyidik mengakui barang haram itu dibelinya dari Yo pada kamis malam Jum’at lalu seharga Rp 200 ribu, sabu itu dihabiskan di kamar kos Po di Jalan Tebat Serai Kelurahan Padang Kapuk.

Setelah habis paket seharga Rp 200 ribu itu, kedua pemuda ini kembali membeli satu paket besar dengan harga Rp 600 ribu. Lalu karena masih ada sisa, Jum’at siang keduanya melanjutkan pesta sabu lagi.

“Kami ini mulai Mei 2014 menghisap sabu dan sabu itu kami beli dari Yo,” ucap Pa yang diamini Po.

Dari hasil tes urine, ketiganya dinyatakan positif menggunakan sabu-sabu.

“Saya tidak pernah menjual sabu-sabu, kalau pemakai saya akui mulai tahun 2004 lalu dan itupun saya beli dari orang lain,” Yo beralibi.(tom)