padi yang rusak

padi yang rusak

kupasbengkulu.com, Lebong – Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Lebong kemarin (Senin, 8/2/2016) juga merendam sekitar 36 hektare sawah di Kecamatan Lebong Selatan. Akibatnya, lebih kurang 10 hektare padi yang baru ditanam oleh petani rusak parah dan terancam tanam ulang.

Tiar (35) salah satu petani di Desa Sukasari Kecamatan Lebong Selatan mengatakan akibat banjir tersebut padi yang baru ditanaminya sekitar dua minggu yang lalu rusak. Hanya beberapa bidang dari 2 hA lahan miliknya yang tidak terkena dampak banjir.

“Sebagian tanaman (padi, red) rusak pak. Karena banjir juga membawa pasir yang menimbun areal persawahan,” kata Tiar.

Sementara itu Babinsa Koramil 02 Lebong Selatan, Serma Suparman kepada wartawan menerangkan banjir yang menggenangi areal persawahan ini dari sungai Ketahun yang meluap. Namun hari ini, ketinggian air sudah surut yang memudahkan Babinsa dan peyuluh pertanian setempat dapat mendata kerusakan tanaman padi.

“Hari ini (Selasa, red) air sudah surut, jadi kami bersama anggota penyuluh pertanian sudah bisa mendata kerusakan,” kata Suparman.

SUparman menambahkan, akibat kejadian ini petani yang padinya rusak harus menanam kembali dari awal. Hal itu jelas merugikan petani karena mengeluarkan biaya dua kali.

“Petani jelas merugi, karena mereka harus menanam lagi. Mulai dari mengolah tanah, menebar benih, hingga membuat tanggul sementara. Semua itu akan memakan waktu dan berpengaruh pada waktu panen,” demikian Suparman.

Penulis: Rendra Susanto