Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Usulan masyarakat Desa Perbo, Curup Utara untuk pembangunan irigasi persawahan didesa tersebut masih belum digubris. Padahal, usulan tersebut sudah diajukan pada tahun 2002 atau sudah hampir 13 tahun diajukan berulang-ulang. Salah satu warga setempat, Rodi (35) pada wartawan menyatakan, ada 400 hektar (ha) lahan persawahan yang berada diareal tersebut.

“Ada seluas 400 ha lahan sawah yang bisa dialiri bila irigasi tersebut dibangun disini,” ungkapnya.

Sementara ini, ada sebuah irigasi kecil dan sederhana yang dibuat dengan swadaya oleh Rodi dan rekan-rekannya sesama petani. Saat musim hujan seperti ini, volume air meningkat dan irigasi tersebut tidak sanggup menampung aliran air.

Akibatnya, sawah kebanjiran sehingga menyebabkan produksi panen terus menurun. Disaat musim kering tiba, aliran air dari irigasi kecil ini tidak cukup untuk dialiri ke seluruh areal persawahan.

“Tapi, kami tidak menyerah, kami bersama perangkat daerah akan terus memngusulkan pembangunan ini pada pemerintah daerah,” tegas Rodi.

Ia menambahkan, jika irigasi ini dibangun maka akan berdampak signifikan pada peningkatan produksi padi didaerah ini. Apalagi, Curup Utara adalah salah satu lumbung padi bagi Rejang Lebong, bila ditakar dari luas areal persawahan.(vai)