kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Lebih waspada dalam berbelanja, terutama ketika membeli gula merah. Sebab, karena harganya yang tinggi saat ini, sudah mulai ada oknum yang berbuat nakal dengan memproduksi gula merah oplosan dan menyebarkannya ke seluruh Rejang Lebong.

Informasi yang dihimpun kupasbengkulu.com, penyebaran gula merah oplosan ini sudah dimulai sejak sebelum bulan puasa lalu.

Bahan bakunya sangat mengerikan, karena menggunakan deterjen dan pengawet dalam satu adonan dengan gula merah. Bahkan, gula merah itu juga dicampur dengan gula putih untuk tetap menjaga rasa. Pengakuan pedagang pasar Atas Curup, Kandar (39), ia sering menemukan gula merah bermasalah tersebut.

“Jadi sekarang sebelum saya beli, saya ambil dulu dan teliti, kalau terbukti saya langsung tolak,”tegasnya.

Ciri-ciri gula merah oplosan ini cukup berbeda dengan gula merah asli. Perbedaan terlihat dari fisik gula yang lebih keras dan tidak mudah pecah.

Selain itu, warnanya juga terang dan cenderung keputih-putihan. Rasanya juga sedikit berbeda, karena gula aren yang asli lebih pekat manisnya, sedangkan yang oplosan lebih gurih dan tidak terlalu manis.

Selain itu, bagi pedagang akan mudah membedakannya, lantaran harga beli gula merah oplosan jauh lebih murah.

“Selisihnya sekitar Rp 2.000 per kilogramnya,”tambah Kandar.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM perindag), Suhandak menyatakan sudah menerima informasi tersebut. Kepada wartawan kupasbengkulu.com, Kamis (25/6/2015) ia berjanji akan segera melakukan penindakan atas hal tersebut.

Ia bahkan menegaskan bahwa pengaduan resmi dari warga Rejang Lebong sudah masuk ke instansi yang dipimpinnya.

“Kita akan segera melakjukan inspeksi mendadak, untuk segera mengetahui siapa pelaku utama pengoplos gula merah ini,”pungkas Suhandak. (vai)