Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Dua jenis burung langka yang termasuk dalam kategori dilindungi jenis Burung Paok topi hitam atau dikenal dengan nama latin Graceful Pitta dan jenis burung yang menyerupai ayam, Lophura Innornata, terancam punah di Kabupaten rejang Lebong.

Keduanya, dinyatakan dalam kondisi rentan, bahkan jenis burung Graceful Pitta dinyatakan sebagai salah satu dari enam jenis burung paling langka di Pulau Sumatera.

Kedua burung ini merupakan jenis burung yang hanya terdapat diwilayah hutan sekitaran Gunung Kaba dan Gunung Kerinci. Namun, karena kerusakan hutan sekitaran itu, keberadaan kedua burung ini semakin memprihatinkan. Selain itu, beberapa data terakhir menyatakan bahwa jumlah species ini sudah semakin sedikit.

Kepala Bidang Wilayah III Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) M Mahfud membenarkan, hal tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan salah satu dampak dari kerusakan hutan yang terus menerus terjadi di Rejang Lebong. Sebelumnya, TNKS sempat merilis bahwa 1.400 Hektare (Ha) lahan hutan lindung diwilayah Rejang Lebong sudah rusak.

”Terancamnya jenis burung endemik langka tersebut, merupakan dampak karena kerusakan hutan yang merupakan habitat alami mereka,” ungkap Mahfud.

Oleh sebab itu, lanjut Mahfud, menyelamatkan hutan lindung di Rejang Lebong berarti menyelamatkan kedua species burung endemik langka tersebut dari kepunahan. Dalam rangka merealisasikan hal tersebut, ia mengaku akan meningkatkan kinerja pelindung hutan.

”Melindungi hutan dan menghentikan pembalakan liar, akan berdampak positif pada penyelamatan kedua jenis burung langka tersebut,” tutup Mahfud.(vai)