Beberapa alat peningalan sejarah Lebong

Beberapa alat peningalan sejarah Lebong

Lebong, kupasbengkulu.com – Peradaban suku rejang di Kabupaten Lebong diakui secara nasional karena beberapa kali tercatat sebagai daerah nan kaya dengan segudang sejarah. Namun saat ini, bukti dari sejarah tersebut kian sirna dengan tidak mampunya Pemerintah Kabupaten Lebong memelihara beberapa situs dan cagar budaya.

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata Budaya dan Perhubungan, Drs. Aswan melalui kabid Kebudayaan, Drs. Japan Sinaga yang mengatakan tidak adanya anggaran untuk menjaga kelestarian peninggalan sejarah. Tercatat, dari 19 Cagar Budaya yang ada, hanya 3 yang mampu dikelola oleh pemerintah.

“Kita cuma bisa merawat 3 dari 19 cagar budaya yang ada. 3 cagar tersebut yakni kuburan tua di Desa Bioa Putiak, bangunan peninggalan Belanda di Desa Lebong Tambang dan di Desa Tambang Sawah,” ungkap Japan.

Perawatan itu pun, ditambah Japan, hanya sekedar pembersihan di sekitar lokasi cagar budaya yang dilakukan satu kali dalam setahun. Hal ini karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Lebong.

“Setiap tahun pasti kita usulkan, namun tidak pernah disetujui oleh Pemkab. Seperti tahun ini (2014, red) kita sama sekali tidak memiliki anggaran untuk merawat peninggalan sejarah di Lebong,” tambahnya.

Sementar itu, Japan merincikan 19 cagar budaya yang saat ini ada di Kabupaten Lebong diantaranya berada di Kecamatan Topos yakni keramat topos, situs tepok reginang, situs malim janggut, situs tanah majapahit. Di Kecamatan Lebong Selatan diantaranya keramat tik ukem, situs keris luk 9, keramat beringin kuning/ki pati.Selanjutnya, di Kecamatan Lebong Tengah yakni keramat tebo lai, situs delapan mas, tugu perang kemerdekaan.

Kemudian di Kecamatan Lebong Utara yakni keramat ulau dues, keramat lebong dan bangunan peninggalan belanda. Di Kecamatan Lebong Atas diantaranya adalah keramat tebo sam, keramat tubei, keramat danau dan rumah adat suku rejang, dan di Kecamatan di Pinang Belapis diantaranya adalah bangunan peninggalan belanda dan kuburan tua. (spi)